Sabtu, 30 Oktober 2021

PERBEDAAN TEKS SASTRA DAN TEKS NONSASTRA

Untuk mengetahui perbedaan dari Teks Sastra dan Teks Nonsastra, tidak etis bila kita tidak tahu pengertiannya masing-masing. Jadi, agar bisa mendalami dari dasarnya, mari kita tahu dahulu pengertian dari pembahasan yang akan kita kupas kali ini.

Menurut beberapa ahli, sastra dan nonsastra mempunyai beberapa pengertian :

Menurut  Wikipedia, Sastra (Sanskerta: शास्त्र, IASTśāstraIPA: /ʃɑstraː/) merupakan kata serapan dari bahasa Sanskerta yaitu shaastra, yang berarti "teks yang mengandung instruksi" atau "pedoman". Shaastra berasal dari kata dasar śās- atau shaas- (bahasa Sanskertaशास्) yang berarti mengarahkan, mengajar, memberi petunjuk atau instruksi, dan tra (bahasa Sanskertaत्र) yang berarti alat atau sarana.

Sedangkan menurut Daiches dan Aristoletes, Sastra adalah karya yang "menyampaikan suatu jenis pengetahuan yang tidak bisa disampaikan dengan cara lain, yakni dengan memberikan kenikmatan yang unik dan pengetahuan yang memperkaya wawasan pembacanya."

Sementara Nonsastra adalah kebalikan dari Sastra. Nonsastra adalah sebuah tulisan yang bertujuan menambah wawasan dan memberikan ilmu kepada pembaca, dengan fakta yang bersifat logis, dan informasi yang akurat.

Setelah mengetahui pengertian dari sastra dan nonsastra. Di bawah ini akan diberikan poin-poin mengenai perbedaan Teks Sastra dan Teks Nonsastra :

1. Teks Sastra : imajinatif

Teks Nonsastra : mengandung fakta


2. Teks sastra : bersifat subjektif

Teks Nonsastra : bersifat objektif


3. Teks Sastra : menggunakkan bahasa khusus/defamiliarisasi

Teks Nonsastra : menggunakkan bahasa ilmiah 


4. Teks Sastra : menimbulkan kesan indah, seni yang dapat menghibur pembaca

Teks Nonsastra : menimbulkan kesan logis dan sistematis


5. Teks Sastra : mengikuti perkembangan budaya

Teks Nonsastra : mengikuti perkembangan IPTEKS

6. Teks Sastra : menyuguhkan berbagai nilai kehidupan

Teks Nonsastra : menyuguhkan data faktual sebagai informasi


Setelah membaca poin-poin diatas, sudah bisa kan memahami teks sastra dan teks nonsastra? Kesimpulannya, teks sastra adalah teks yang mengandung suatu seni dan rangkaian kata yang menghibur, sedangkan teks nonsastra mengandung suatu data faktual dan informasi yang akurat, hingga memberikan banyak ilmu pada pembaca.


MENGENAL MATA KULIAH PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA

Dari nama jurusannya, tentu saja kita pasti mengaitkan bahwa jurusan ini lekat pada jurusan yang berbau-bau sastra dan puitis!

Eits, tapi jangan salah! Meskipun ada pelajaran kesastraan di jurusan ini, tentu saja banyak pelajaran-pelajaran yang cukup unik kita temukan disini.

Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia mempunyai presentasi peminat di PTN atau PTS yang tinggi juga lho! Peminat di Universitas Pendidikan Indonesia di jalur SBMPTN tahun 2020 sampai 669 dan yang daya tampung di tahun 2021 hanya 55 orang. Begitupun jalur SBMPTN di UNY, banyak peminat tahun 2021 disana sampai 1.062 orang dan yang diterima pada tahun 2021 hanya 53 orang.

Membahas mengenai seputar jurusan ini, pasti kita bertanya-tanya, apa aja sih yang dipelajari dalam jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia? Untuk selengkapnya, yuk simak penjelasan berikut!

1. Tentang kebahasaan

Diadopsi dari namanya, yaitu Bahasa Indonesia. Sebagai mahasiswa jurusan Bahasa, dapat dipastikan bahwa kita akan menemukan mata kuliah kebahasaan selama menempuh jurusan ini.

Contohnya seperti Linguistik Umum, Fonologi Bahasa Indonesia, Menyimak, dan juga Berbicara.

Di dalam Fonologi kita akan membahas bagaimana bunyi atau huruf-huruf dihasilkan. Tentu saja bunyi-bunyi disini adalah bunyi yang berkaitan dengan Bahasa Indonesia.

Sedangkan di Morfologi, kita akan berfokus pada 4 kajian, ada fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik.

Di pelajaran Menyinak, kita akan dijelaskan teori sekaligus praktik yang baik dalam menyimak suatu informasi, sehingga kita tidak akan salah paham dan salah kaprah,

Kemudian di mata kuliah Berbicara, kita akan seru-seruan membahas topik tentang suatu komunikasi secara lisan. Terkadang di mata kuliah ini, kita diharuskan aktif dalam berbicara lho!


2. Ilmu Sastra

Yap, sebagai mahasiswa bahasa, tidak mungkin kan bila kita tak menyanding ilmu sastra di dalam pembelajaran kita. Mahasiswa semester 1 biasanya akan diajarkan mengenai seluk-beluk kesustraan. Bahkan sejarahnya pun ikut dibahas.

Contoh mata kuliahnya ada, Pengantar Kajian Kesusastraan dan Sejarah Sastra Indonesia.

Di Pengantar Kajian Kesusastraan, kita akan membahas hal-hal apa saja yang berada dalam sastra. Seperti tulisan nonfiksi, drama, puisi, cerita pendek, novel, dan karya sastra lainnya.

Kemudian ada pula Sejarah Sastra Indonesia, sesuai namanya, kita akan membahas sebuah sejarah! Namun, bukan sejarah bangsa Indonesia yang kita pelajari selama di bangku sekolah seperti biasa. Tetapi, kita akan mendalami dan menelusuri asal-usul sastra. Mengapa Sastra bisa lahir, kapan sastra pertama kali muncul, siapa yang mencetuskan sastra, semua itu akan terjawab di pelajaran ini.


3. Pengetahuan Umum

Kita yang berpredikat sebagai mahasiswa, meskipun kita adalah mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, kita pun juga pasti akan diberikan ilmu-ilmu pengetahuan umum untuk menunjang proses pembelajaran.

Ilmu-ilmu umum ini pun juga banyak, contohnya seperti Pendidikan Pancasila, Bahasa Inggris, Pendidikan Agama Islam, dan Landasan Pendidikan.


Segitu dulu pengenalan Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia bagi mahasiswa semester 1. Kesimpulan yang bisa kita ambil adalah, peluang untuk belajar di jurusan PBSI ini sangatlah besar, karena selain kita mempelajari mata kuliah yang kita sukai, seperti tentang kebahasaan dan kesastraan, kita juga dapat mengembangkan diri di ilmu-ilmu pengetahuan umum lain. Sehingga pikiran kita akan bertambah luas dan bisa menjadi orang sukses di masa depan.

PERBEDAAN TEKS SASTRA DAN TEKS NONSASTRA

Untuk mengetahui perbedaan dari Teks Sastra dan Teks Nonsastra, tidak etis bila kita tidak tahu pengertiannya masing-masing. Jadi, agar bisa...